Selasa, 23 April 2013

Komunikasi dan Politik

http://www.google.co.id
Antara komunikasi dan politik – dua disiplin yang sama-sama tergolong ke dalam ilmu sosial – memang terdapat hubungan yang erat. Menurut Pye (1963), hubungan tersebut dinilai sangat intim dan istimewa, karena di dalam kawasan (domain) politik, proses komunikasi menempati fungsi yang fundamental. Bagaimanapun pendekatan komunikasi telah membantu memberikan pandangan yang mendalam dan lebih halus mengenai perilaku politik.
Pada tingkat teori, hubungan tersebut mula-mula dapat ditelusuri melalui peranan sejumlah ilmuan politik dalam perkembangan teori dan penelitian komunikasi. Wilbur Schramm (1980) menempatkan ilmuwan politik terkemuka pada urutan pertama dari empat orang  yang disebut Bapak Pendiri Studi Komunikasi di AS


Tokoh  dimaksud adalah Harold D. Lasswell (1902-1980), yang pada tahun 1927 menulis Propaganda “Technique in the World War”, sebagai disertasi doktornya. Tiga tokoh lainnya datang dari disiplin psikologi Karl Lewin, Paul Lazarsfeld dan Carl Hovland.
Di antara karya Lasswell yang tidak terhitung jumlahnya, tulisan yang berjudul “The Structure and Function of Communication Society”, adalah merupakan tulisan yang sangat legendaris, dimana mengajukan rumus:
Who, says what, to whom, whit what channel and with what effect
Rumus ini merupakan salah satu bahan penting yang tidak pernah dilewatkan oleh mereka yang mempelajari ilmu komunikasi.
Pengaruh rumus tersebut di kalangan para pembahas komunikasi politik, hingga sekarang masih tampak jelas dalam sistematika mereka mengkaji masalah ini, yang dikenal sebagai Lasswellian frame work.
Gabriel A. Almond yang dikenal sebagai profesor di bidang ilmu politik di Stanford University harus dicatat sebagai penyumbang yang bermakna dalam rangka pemahaman komunikasi dalam suatu sistem politik.. Baik melalui tulisannya sendiri (1960) maupun bersama Verba (1966), Coleman (1960), Powel (1978) ia telah meletakkan dasar-dasar konseptual untuk menganalisis dan memahami fungsi komunikasi dalam tatanan suatu sistem politik.
Ilmuan politik lainnya yang penting peranannya dalam mempertautkan disiplin komunikasi dan politik adalah I Thiel de Sola Poll, V.O. Key dan G.A. Almond. Mereka ini termasuk di antara sejumlah tokoh yang pernah menjadi murid dan asisten Lasswell. Tokoh lain dari ilmuan politik yang mempertautkan komunikasi dalam studi politik adalah antara lain: Frederich W Prey, Karl V Deutsch, Walter Lippman, Arthur F Bantley, dll.
Disiplin komunikasi sendiri telah menghasilkan sejumlah kepustakaan teori dan penelitian yang jika ditelaah sarat dengan pembahasan baik yang langsung maupun tidak langsung menyentuh kawasan ilmu politik. Sejumlah karya utama penelitian komunikasi yang langsung menghampiri bidang politik adalah penelitian mengenai pelaku pemberian suara (voting  study) dan pengauh komunikasi massa bagi respon khalayak terhadap kampanye dan keputusan pemberian suara yang mereka lakukan dalam pemilihan umum. Studi-studi tersebut antara lain adalah :”The people Choice” oleh Paul L. Lazarsfeld, Bernard Barelson dan Hazel Gaude.
Tidak berlebihan jika dikemukakan bahwa tidak ada suatu buku atau publikasi komunikasi yang tidak menyinggung pembahsan yang berkaitan dengan bidang politik. Di bawah kata-kata kunci seperti: efek politik media massa, soialisasi, propaganda, kampanye, peranan politik pers, pembentukan dan perubahan attitude, opini publik, kepemimpinan  opini, perilaku media, dan sebagainya,senantiasa tercakup ulasan yang menyinggung lapangan politik kaitannya dengan proses komunikasi.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya hubungan antar disiplin komunikasi dan politik, baik pada tingkat teori, konsep-konsep, maupun penelitian telah terjadi sejak awal perkembangan kedua disiplin itu hingga kini.
Ilmuan politik, seperti Lasswell sadar bahwa pentingnya makna strategis pengendalian komunikasi bagi arena kekuasaan. Lebih jauh dikatakan (Deutsch dan Russelbach 1965) teori komunikasi memungkinkan kita untuk melihat soal yang pelik seperti masalah kesadaran dan kemauan politik menjadi suatu proses yang mudah diamati.
Komunikasi Politik dalam Praktek
Dalam kehidupan nyata sehari-hari, semua orang baik pejabat maupun warga negara biasa, memerlukan informasi tentang apa yang terjadi di sekelilingnya, agar ia memperoleh bekal yang cukup untuk mengambil keputusan dalam menjalani agenda hidup masin-masing. Informasi hanya bisa diperoleh bila sistem yang menyebarkannya berfungsi dengan baik, sehingga setiap pihak berksempatan memperoleh apa yang diperlukan masing-masing. Kacuali itu, informasi yang diperlukan tersebut harus pula efektif dalam arti benar-benar memenuhi kebutuhan pihak yang membutuhkannya.
Salah satu jenis informasi yang diperlukan dalam hidup bernegara adalah mengenai kegiatan masing-masing pihak menurut fungsinya. Pemerintah menyebarkan informasi tentang kegiatan rakyatnya, sedangkan rakyat sebaliknya, harus pula mengetahui apa yang dikerjakan oleh pemerintahnya.
Itulah sebabnya teori-teori mengenai sistem politik demokrasi selalu memberi tekanan mengenai keharusan adanya kebebasan pers (freedom of the pers) dan berbicara(freedom of speech) serta menyatakan pendapat (freedom of expression) antara lain agar masyarakat bisa memeriksa akrivitas pemerintah mereka dan memberikan masukan yang mereka anggap perlu. Menurut Davison (1965), banyak dari karakteristik demokrasi yang tergantung pada adanya akses yang bebas bagi semua kelompok warga negara kepada saluran-saluran komunikasi baik dalam kedudukan mereka sebagai sumber (source) maupun sebagai khalayak (audience).
Pada pihak lain, para pemimpin totaliter mendominasi lembaga-lembaga informasi tersebut dan memanipulasi informasi yang tersedia bagi warga negaranya. Dalam situasi negara seperti itu, tentulah asas-asas penting demokrasi yang disebut diatas tidak menjadi dasar yang menentukan dalam kehidupan politik di negara yang dimaksud. Sebagai konsekuensinya, arus-arus informasi komunikasi politik di negara semacam ini tidak timbal balik melainkan hanya searah, dari pemerintah pada rakyat.
Sejak masa kerajaan-kerajaan historis dahulu kala pun, struktur komunikasi khusus untuk kepentingan politik suatu negara, bahkan dengan pembiayaan yang cukup besar untuk memelihara sumber-sumber (resources) adalah amat pentung bagi arus informasi yang dibutuhkan .
Di jaman Jengis Khan misalnya, kerajaan itu punya sistem pengiriman surat (kurir) yang menghubungkan seluruh wilayah kerajaan dengan kecepatan yang mengagumkan. Kerajaan Mesopotamia (Mesir Kuno) mempertautkan arus komunikasi di wilayahnya melalui armada perahu yang berlayar sepanjang sungai Nil.
Di jaman sekarang, kita saksikan sendiri betapa setiap negara melengkapi diri dengan perangkat komunikasi yang mampu meliput setidak-tidaknya sebagian terbesar wilayah kekuasaannnya dengan tujuan menjangkau bagian terbesar khalayak yang mempunyai potensi  politik bagi kelangsungan sistem politik negara yang bersangkutan.
Apa Komunikasi itu?
Bahkan pada musim inflasi definisi komunikasi seakan-akan diobral. Bergantung pada titik pandangnya :
Komunikasi adalah pengalihan informasi untuk memperoleh tanggapan.
*    Pengkoordinasian makna antara seorang dan khalayak
*    Saling berbagi informasi, gagasan atau sikap.
*   Saling    berbagi unsur-unsur perilaku atau modus kehidupan melalui perangkat-perangkat aturan.
*   Penyesuaian pikiran, penciptaan perangkat simbol bersama di dalam pikiran para peserta, singkatnya,  suatu penertian..
*   Pengalihan informasi dari satu orang atau kelompok kepada yang lain, terutama dengan menggunakan simbol.
*   Suatu peristiwa yang dialami secara internal, yang murni personal yang dibagi dengan orang lain.
Letak ciri utama komunikasi
·    Orang mengamati berbagai hal, menginterpretasikannya, menyusun makna, bertindak berdasrkan makna itu.,dengan demikian, mengungkapkan makna itu.
Ada tiga jenis yang diamati orang:
1.  obyek fisik yang beraneka ragam sejak kursi, tumbuhan, dan mobil sampai dengan keadaan cuaca.
2.  obyek sosial, baik orang lain maupun dirinya sendiri.
3.  obyek abstrak, seperti gagasan. ajaran, perasaan, dan keinginan.
Tindakan apapun yang dilakukan seseorang dalam kehadiran orang lain (bahkan secara diam-diam, dengan menghindari pandangan, atau pergi, apalagi berbicara) memiliki nilai pesan. Artinya, setiap tindakan adalah sesuatu yang orang lain dapat diamati , mengiterpretasikan,  membaca makna dan menggunakannya untuk menyusun suatu kesan atau cerita
Bila disederhanakan:“seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi bila dihadiri oleh orang lain”
Apa Politik dan Komunikasi Politik?
Sebagaimana komunikasi, terdapat berbagai macam definisi tentang politik:
·    Politik adalah, siapa memperoleh apa, kapan, dan bagaimana.
·    Pembagian nilai-nilai oleh yang berwenang.
·    Kekuasaan dan pemegang kekuasaan.
·    Pengaruh
·    Tindakan yang di arahkan untuk mempertahankan dan atau memperluas tindakan lainnya.
Dari semua pandangan yang beragam itu, ada penyesuaian umum bahwa politik mencangkup sesuatu yang dilakukan orang. Politik adalah kegiatan. Dan Nimmo (1989) mengartikan politik, kegiatan orang secara kolektif yang mengatur perbuatan mereka di dalam kondisi konflik sosial.
Dalam berbagai hal, orang berbeda satu sama lain – jasmani, bakat, emosi, kebutuhan, cita-cita, inisiatif, perilaku, dan sebagainnya – dan perbedaan ini merangsang argumen, perselisihan, dan percekcokan. Jika mereka menganggap perselisihan itu serius, perhatikan mereka dengan memperkenalkan masalah yang bertentangan itu, dan selesaikan, inilah kegiatan politik.
Politik adalah kegiatan berkomunikasi antar orang-orang. Komunikasi meliputi politik. Bila orang mengamati konflik, mereka menurunkan makna perselisihan melalui komunikasi. Bila orang menyelesaikan perselisihan mereka, penyelesaian itu adalah hal-hal yang diamati, diinterpretasikan, dan dipertukarkan melalui komunikasi. Banyak aspek kehidupan politik dapat dilukiskan sebagai komunikasi.
Komunikasi politik, yaitu (kegiatan) komunikasi yang dianggap komunikasi politik berdasarkan konsekuensi-konsekuensinya (akutual meupun potensial) yang mengatur perbuatan manusia di dalam kondisi-kondisi konflik.

Sumber : Mata Kuliah Komunikasi Politik Universitas Respati Yogyakarta